Aku masih tergetar memandang wajahmu, ternyata
setelah bertahun terlipat jarak, tercabik musim.
Ternyata aku tak tahu
aku mencintaimu begini dalam, mendambamu begini kelam.
Aku lalai, ternyata:
aku masih punyai kau untuk membuatku
terus hidup!
Kita |
Kumpulan cerpen dan puisi
Aku masih tergetar memandang wajahmu, ternyata
setelah bertahun terlipat jarak, tercabik musim.
Ternyata aku tak tahu
aku mencintaimu begini dalam, mendambamu begini kelam.
Aku lalai, ternyata:
aku masih punyai kau untuk membuatku
terus hidup!
Kita |
Diposting oleh
Unknown
di
01.28
1 komentar
![]() |
Kita dengan cinta yang luar biasa |
Diposting oleh
Unknown
di
22.53
0
komentar
Diposting oleh
Unknown
di
03.36
0
komentar
Komunitas Desain Grafis Sumbar Sumbangkan Ratusan Poster
Diposting oleh
Unknown
di
20.50
0
komentar
1. Dalam pelaksanaan kegiatan petualangan terdapat etika dan prinsip dasar yang sudah disepakati bersama. Etika dan prinsip dasar tersebut muncul sebagai rasa tanggung jawab kepada alam. Selain didukung dengan perlengkapan dan peralatan yang memadai, juga dalam petualangan mutlak diperlukan kemampuan yang mencukupi. Kemampuan itu adalah kemampuan teknis yang yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan sertaefisiensi penggunaan perlengkapan. Sebagai contoh, pendaki harus memahami ritme berjalan saat melakukan pendakian, menjaga keseimbangan pada medan yang curam dan terjal sambil membawa beban yang berat serta memahami kelebihan dan kekurangan dari perlengkapan dan peralatan yang dibawa serta paham cara penggunaannya.
2. Kemampuan kebugaran yang mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. Berikutnya, kemampuan kemanusiawian. Ini menyangkut pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakupdeterminasi / kemauan, percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisis diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.
3. Seorang pendaki seharusnya dapat memahami keadaan dirinya secara fisik dan mental sehingga ia dapat melakukan kontrol diri selama melakukan pendakian, apalagi jika dilakukan dalam suatu kelompok, ia harus dapat menempatkan diri sebagai anggota kelompok dan bekerja sama dalam satu tim.
4. Tak kalah penting adalah kemampuan pemahaman lingkungan. Pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan spesifik. Wawasan terhadap iklim dan medan kegiatan harus dimiliki seorang pendaki. Ia harus memahami pengaruh kondisi lingkungan terhadap dirinya dan pengaruh dirinya terhadap kondisi lingkungan yang ia datangi.
Keempat aspek kemampuan tersebut harus dimiliki seorang pendaki sebelum ia melakukan pendakian. Sebab yang akan dihadapi adalah tidak hanya sebuah pengalaman yang menantang dengan keindahan alam yang dilihatnya dari dekat, tetapi juga sebuah resiko yang amat tinggi, sebuah bahaya yang dapat mengancam keselamatannya.
@Belantara Indonesia
Diposting oleh
Unknown
di
21.24
0
komentar
Pariaman (Sumbar) Suara komunitasHari ini senin 29 Oktober 2012. Sejak jam 8 pagi seluruh Angkutan Pedesaan yang berada di beroperasi Pariaman melakukan mogok untuk beroperasi, akibat surat edaran Walikota Pariaman yang menegaskan Angdes tidak boleh masuk kota dan harus menurunkan atau "menaik" kan penumpang di Terminal bus Jati, dan penumpang yang akan menuju pasar Pariaman harus naik Angkutan Kota atau Ojek. Hal ini menyebab kan banyak persoalan bagi masyarakat yang berada di wilayah desa, karena akan menambah biaya transportasi dan bagi anak sekolah menjadikan proses belajar mereka terganggu dengan waktu dan biaya .
Persoalan ini sebenar nya sudah di sampaikan pihak pengusaha angkutan dan ORganda, agar kebijakan yang dibuat Pemko memperhatikan kondisi dan dansituasi masyarakat, bahkan mereka secara bersama sama telah melayang kan surat ke DPRD Kota Pariaman atas aturan ini, namun Pemko tetap bersikeras melaksana kan kebijakan nya, bahkan membuat spanduk peraturan di batas kota dengan ancaman hukuaman 1 bulan penjara bagi angdes yang melanggar aturan ini.
Ketua ORGANDA Solfiardi ketika dimintai keterangan oleh Sk mengatakan kalau dia tidak pernah diberitahu tentang akan dikeluarkan aturan ini bahkan Surat edaran walikota itu tidak ada tembusan nya kepada kami, jadi kami tidak bertanggungjawab atas tindakan para pengemudi dan pengusaha Angdes. Salah seorang sopir Angdes yang ditemui SK menyatakan kami siap mematuhi aturan sepanjang aturan itu meperhatikan hajat hidup orang banyak dan memperhatikan keluhan masyarakat. Dari pantauan SK di pasar dan di sekolah sekolah kondisinya cukup memprihatin kan pasar sepi, anak anak sekolah banyak yang terlambat bahkan ada yang tidak masuk sekolah.Ketua asosiasi Angkutan Pedesaan , waktu bertemu dengan SK menyatakan kami tidak akan beroperasi sebelum Surat Edaran ini di cabut dan ada Solusi terbaik yang tidak merugikan kami dan para penumpang kami.sampai jam 17 sore ini Angdes angdes tersebut masih berkumpul di batas kot Pariaman.( Jrksb)
Diposting oleh
Unknown
di
22.02
0
komentar